Hilangnya Hati Nurani Manusia

Mengapa aq tulis post ini,,,,,…???

Karena :

  • Dengan realita-reralita yang sekarang ini terjadi, yang banyak terlihat/terdengar di kabar-kabar berita baik melalui Berita Televisi, Koran, Majalah, Radio, Internet Dll. Menunjukkan bahwa “Hati Nurani Manusia” sudah mati dikarenakan tidak adanya kontak batin antara manusia ke manusia(hablum minannas), manusia ke tuhan yang maha esa yaitu Allah swt(hablum minallah). yang dikedepankan hanya Hawa Nafsu yang asalnya dari syaitan.
  • Tidak adanya belas kasihan sesama manusia  yang sifatnya saling membutuhkan satu sama yang lain.
  • Tidak adanya kasih sayang sesama mahkluk hidup baik itu berupa manusia, hewan, tumbuhan dll.
  • Tidak adanya intropeksi diri sebelum menilai orang lain.
  • Mengedapankan Ego daripada akal pikiran.
  • Mementingkan diri sendiri daripada orang lain.

Hidup harus/wajib di dasari dengan Ilmu agama hidup bisa terarah, agar dalam menjalankan kehidupan di dunia yang fana(rusak) ini bisa terarah jangan sampai hidup diarahkan.

Pentingnya ilmu agama dalam kehidupan ini adalah kunci dari semua apa yang terlihat di dunia. Biar manusia bisa membedakan antara mana yang Halal dan yang Haram, mana yang Haq dan yang Bathil, yang  di sukai Nabi  dan tidak di sukai oleh Nabi Muhammad saw, yang di larang dan yang di wajibkan oleh Allah jalla wajalla.

 

FIRQAH-FIRQAH DALAM ISLAM

Di dalam Kitab Bughyatul Murtasyidin karangan Mufti Syeikh Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Ba’Alawi, disebutkan bahwa ada tujuh firqah(golongan) yang tidah termasuk Ahlussunnah wal Jamaah, yaitu:

  1. Syi’ah yang berlebihan memuja Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu dan membenci sahabat-sahabat Raulullah saw yang lain. Golongan ini terpecah menjadi 22 aliran. Baca lebih lanjut

KH.HAMIM DJAZULI (GUS MIEK KYAI NYELENEH)

KH Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940,beliau adalah putra KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri pon-pes Al Falah mojo Kediri),Gus Miek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Selain menjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan. Namun, Gus Miek tidak melupakan kepentingan manusia atau intraksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas). Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang erat dengan (alm) KH. Hamid Pasuruan, dan KH. Achmad Siddiq, serta melalui keterikatannya pada ritual ”dzikrul ghafilin” (pengingat mereka yang lupa). Gerakan-gerakan spritual Gus Miek inilah, telah menjadi budaya di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), seperti melakukan ziarah ke makam-makam para wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa.Hal terpenting lain untuk diketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. Juga sangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh para pengamalnya, yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh, baik di dunia maupun akhirat.

ayah gus mik KH.Achmad djazuli Usman

Baca lebih lanjut